Mar
02

Juru Selamat

Hampir tiga bulan berlalu, semenjak peristiwa tersebut. Betapa ingatan ini terus saja memberi sebuah kenangan yang tidak begitu saja bisa terlupakan. Pertemanan kami di tempat pekerjaan memang hanya diberi usia seumur jagung. Tetapi saya mempunyai ikatan tali persaudaraan yang kuat, yang menghubungkan bathin ini dengan pak Ksmn (pemilik kisah ini).

Ada sebuah kisah lain yang dialaminya, mungkin bisa memberikan hikmah bagi kita untuk mentafakurinya. Kejadian ini yakni pada saat Pak Ksmn melakukan shalat tahajud hingga waktu subuh. Selama kurang lebih 3 jam beliau melakukan ibadah shalat malam dengan rangkaian dzikir, bermunajat kepada Sang Khalik.

Di tengah-tengah laku ibadah tersebut, beliau diperlihatkan keindahan berupa pemandangan yang niscaya sukar untuk diikuti dengan akal fikiran manusia biasa. Di dalam keheningan dini hari itu, disela-sela untaian tasbih dan dzikir yang diucapkan, tafakuri lebih lanjut…

Jan
26

Year-end story (part#2)

Siang itu, disela-sela rutinitas pekerjaan yang melelahkan, akhirnya kami berdua meneruskan pembicaraan kami yang terhenti pagi tadi. “Kesalahan terbesar kebanyakan umat Islam didalam mencari Lailatul Qadr, adalah bahwa mereka mencarinya di jagad alam semesta ini.” saya menambahkan, “Mereka tak henti-hentinya memperhatikan tanda-tanda alam seperti kondisi cuaca, apakah mendung atau cerah, apakah angin bertiup, dan banyak lagi tanda-tanda alam seperti yang disebutkan ciri-cirinya di dalam banyak periwayatan al-hadits. Tentu saja mereka tidak akan pernah mendapatkan apa yang dicarinya. Kejadian malam penuh kemuliaan itu, bukanlah terjadi di alam ini, tetapi terjadinya adalah di dalam alam diri kita. Pernahkah Sampeyan memperhatikan diri kita? Bukankah disini juga terdapat alam semesta?”. tafakuri lebih lanjut…

Jan
21

Year-end story (part #1)

doa.gif“Waktu itu, aku shalat subuh di kamar kost sekitar jam 5 pagi” demikian Pak Ksmn menceritakan kisahnya kepadaku. “Semoga dengan terceritakan kisah ini, aku bisa mendapatkan takwil dari apa yang aku alami tadi pagi”. “Aku masih merasa takut, bahagia, dan semua perasaan yang tidak karuan untuk diungkapkan dengan kata-kata” dia menambahkan, sambil mengajakku untuk menjauh dari keramaian orang-orang yang pagi itu memang sibuk untuk mulai menjalankan tugasnya masing-masing.

Mulanya aku merasa bingung dengan apa yang hendak disampaikannya, sampai akhirnya setelah aku mendengar rangkaian kisah pengalaman pribadinya, aku berseru mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahuwata’ala, sambil kugenggam erat tangannya. Kuucapkan selamat, atas apa yang telah dialaminya. Anda penasaran dengan kisah tersebut? tafakuri lebih lanjut…

top
© 2007 Deziner Folio. All Rights Reserved. XHTML Theme by: Dezinerfolio

Religion Top Blogs Jogja Top Sites Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Powered by FeedBurner [Valid RSS] Find broken links on your website for free with LinkTiger.com

eXTReMe Tracker