Singasana Sultan
Alkisah ada seorang “tua” sebut saja namanya Bahlul, datang ke istana Sultan Harun Ar Rasyid. Kebetulan pada saat itu Sultan sedang bepergian melawat keluar istana. Begitu melihat kursi singasana kosong, dia ingin mencoba duduk di atasnya. Karuan saja pengawal mencak-mencak dan menganggap orang ini “gila” alias “kurang waras” karena berani-beraninya duduk di singasana kehormatan sultan, kemudian menangkap serta menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.
Tentu saja dihujani dengan pukulan para pengawal, Bahlul merasa kesakitan dan akhirnya menangis menahan pedih dan sakitnya dipukul para pengawal. Untung tidak berapa lama Sultan kembali dari lawatannya. Begitu melihat ada seseorang yang dipukuli para pengawalnya, Sultan segera memerintahkan untuk menghentikannya. “Berhenti!” kata Sultan. ” Kenapa kalian pukuli orang ini, tidakkah kalian melihat dia sudah tidak berdaya, dan tidakkah kalian merasa kasihan?”. Lantas para pengawal menghentikan tindakannya seraya melapor, ” Ampun Baginda!, orang ini telah berbuat kurang ajar dengan duduk diatas singasana Baginda. Karena itu kami menghukumnya dengan pukulan agar dia jera dan tidak mengulanginya lagi nanti”.
“Baiklah…!” ujar Sultan bijak. ” Benarkah apa yang dikatakan para pengawalku tadi, wahai orang tua?” kata Sultan kepada Bahlul. Setelah beberapa jenak Bahlul terdiam, tiba-tiba saja begitu mendengar perkataan Sultan, Bahlul kembali menangis… bahkan lebih keras dibandingkan sebelumnya. Karuan saja Sultan dan para pengawalnya terheran-heran. “Hai, mengapakah kamu menangis lagi? bukankah para pengawalku sudah berhenti memukulimu?” kata Sultan.
“Ampun Baginda Sultan!” Bahlul akhirnya berkata, ” kalau tadi hamba menangis karena dipukuli pengawal paduka, itu adalah karena tadi hamba merasakan sakitnya pukulan yang hamba terima akibat mencoba duduk sejenak di atas singasana Baginda…”.
” Tetapi hamba barusan membayangkan, bagaimana sakitnya pukulan yang akan Baginda rasakan kelak! Hamba yang baru sebentar duduk di singasana saja, sakitnya bukan alang kepalang, apalagi Baginda yang sudah puluhan tahun duduk di atasnya…”.




![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://yasiyafa.org/wp-content/uploads/valid-rss.png)
