Jun
01

Episode Lain

ada yg membuncah di lelangit kebangunan jiwaku. ada pedih tersisa dari nafs khafi. menyeruak tampakkan jejak berdarah-darah. kerontang kantung air di mata, terserap luka menganga mencari sejuknya pengobat lara. satu-dua saat terlampaui, seiring hitungan bebijian tasbih bergulir di tangan kehidupan. bukannya cobaan, juga bukan ujian. ini adalah nikmat…

semata nikmat yg dicurahkanNYA, selaksa siraman bak rinai gerimis di tengah musim hujan. membasahi tanah bathin nan gersang meranggas. demi seberkas cahaya yg berpendar menyala tak kunjung padam. di puing-puing reruntuhan keakuan diri…

wahai Dzat yang jiwaku berada di genggamanMU sepenuhnya… wahai Sang Penguasa alam semesta raya… tiadalah daku merasa punya daya kuasa apapun selain semata KuasaMU!

ridhaMU Yaa Robbi… perkenanMU Yaa Dzal Jalaali wal ikrom… Ighfirlanaa Yaa Allah!

May
11

Amal Saleh di Bulan Sya’ban

Dengan mengetahui tata cara berdoa, kita dapat memintakan syafaat dan pengampunan kepada ahli keluarga kita yang telah berpulang lebih dahulu daripada kita.Bukankah amalan orang yang meninggal terputus, terkecuali doa anak yang saleh, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah? Doa kita sebagai ahli warisnya, sangatlah dinantikan oleh mereka yang telah mendahului kita.

Kita tidak tahu apakah orang tua, kakek-nenek, sanak saudara dan leluhur kita termasuk orang yang selamat di alam barzakh. Bagaimana bila posisi kita menjadi seperti mereka sekarang?

tafakuri lebih lanjut…

May
11

15 Sya’ban

Pada malam 15 Sya’ban, “buku” catatan amal yang merekam semua amalan manusia, baik yang buruk atau baik diangkat/diambil untuk digantikan dengan yang baru. Dengan melakukan amalan ibadah seperti diatas, kita mengharapkan agar “rekap catatan amal” selama setahun silam dapat terisi dengan amalan baik, dan agar dapat diputihkan segala kekurangan dan dosa kita selama setahun silam. Kita bertaubat pada malam yang mulia tersebut dengan sebenar taubat ( taubat nasuha ). Juga dengan mengisi beribadah pada malam tersebut, kita berharap agar “buku catatan amal” yang baru pada lembar pertamanya terisi dengan hal-hal yang baik agar dapat berkelanjutan pada hari-hari berikutnya.

Inilah kenapa kita disunnahkan untuk memperbanyak membaca Istighfar. Fadlilah Istighfar sangatlah banyak. Selain untuk meminta ampunan Tuhan, kita juga meminta agar dibukakan pintu-pintu rejeki lahir dan rejeki bathin. Selain itu untuk “kalangan khusus”, adalah untuk meminta agar dibukakan hijab yang menyelubungi diri manusia didalam penghambaannya kepada Allah Ta’ala.

Pada malam Nisfu Sya’ban para Malaikat yang bertugas mengambil dan mengganti buku catatan amal setiap manusia, “hilir mudik dari bumi ke langit”. Mereka melakukan kesibukan itu seperti layaknya manusia yang sedang merayakan hari raya lebaran.

Apakah kita menyambut mereka layaknya kita mendapat kunjungan tamu sesama manusia ataukah kita mampu menghormati dan memuliakan mereka?

Subhanallah! Marilah kita mengajak hati kita, untuk bertafakur merenungkan kebesaran Ilahi.

May
10

Syafaat

Nabi Muhammad Saw, pada malam tanggal 13, 14 dan 15 Sya’ban bermunajat kepada Allah Swt, memprihatinkan nasib umat Beliau agar diberikan pengampunan pada hari kiamat. Beliau melakukannya pada malam-malam tersebut ziarah ke makam Ibundanya, Siti Aminah. Keprihatinan Beliau karena keluhuran akhlak dan melihat nasib umat Islam yang kemudian. Beliau didalam melakukan munajat tersebut sampai menangis memikirkan umat.

Pada malam yang pertama ( malam tanggal 13 Sya’ban ), Beliau mendapat jaminan dari Allah Swt melalui Malaikat Jibril, bahwa Beliau mendapatkan hak untuk mensyafa’ati umat sebanyak 72.000 umat. Karena masih dirasakan kurang, mengingat jumlah umat Beliau adalah banyak sekali, maka pada malam kedua ( malam tanggal 14 Sya’ban ) Beliau melakukan munajat kembali untuk meminta tambahan “kuota” syafaat. Pada malam kedua ini “jatah kuota” ditambah menjadi sebanyak 2 kalinya sehingga menjadi 144.000 umat. Akhirnya pada malam ketiga ( malam tanggal 15 Sya’ban ) “kuota” ditambah sehingga menjadi ………. umat. Kenapa ………?

Sengaja kami samarkan angka sebenarnya untuk kepentingan kita juga. Makna yang lebih penting adalah agar kita mau memikirkan alias bertafakkur di dalam hati kita masing-masing bahwa untuk memperjuangkan umatnya.

Nabi Muhammad bermunajat sampai menangis sedih meminta syafaat untuk umat. Kenapa kita yang “ditangisi” oleh Beliau tidak mau bermunajat di malam-malam tersebut? Kenapa kita mengharapkan syafaat Beliau, tetapi tidak mau ikut merasakan kesedihan sebagaimana yang Beliau rasakan?

Marilah kita bermunajat kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya sebenar-benar taubat (taubatan nasuha), mendekat kepada-Nya, mengharapkan ridha-Nya, meminta syafaat Nabi Saw, memintakan ampunan dan syafaat kepada para ahli kubur kita, dan meminta agar kita menjadi orang yang selamat di dalam meniti “siroth al-mustaqim”. Insya Allah kita termasuk umat yang mendapat taufik dan hidayah-Nya. Amin.

May
09

Singasana Sultan

Alkisah ada seorang “tua” sebut saja namanya Bahlul, datang ke istana Sultan Harun Ar Rasyid. Kebetulan pada saat itu Sultan sedang bepergian melawat keluar istana. Begitu melihat kursi singasana kosong, dia ingin mencoba duduk di atasnya. Karuan saja pengawal mencak-mencak dan menganggap orang ini “gila” alias “kurang waras” karena berani-beraninya duduk di singasana kehormatan sultan, kemudian menangkap serta menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.

Tentu saja dihujani dengan pukulan para pengawal, Bahlul merasa kesakitan dan akhirnya menangis menahan pedih dan sakitnya dipukul para pengawal. Untung tidak berapa lama Sultan kembali dari lawatannya. Begitu melihat ada seseorang yang dipukuli para pengawalnya, Sultan segera memerintahkan untuk menghentikannya. “Berhenti!” kata Sultan. ” Kenapa kalian pukuli orang ini, tidakkah kalian melihat dia sudah tidak berdaya, dan tidakkah kalian merasa kasihan?”. Lantas para pengawal menghentikan tindakannya seraya melapor, ” Ampun Baginda!, orang ini telah berbuat kurang ajar dengan duduk diatas singasana Baginda. Karena itu kami menghukumnya dengan pukulan agar dia jera dan tidak mengulanginya lagi nanti”.

“Baiklah…!” ujar Sultan bijak. ” Benarkah apa yang dikatakan para pengawalku tadi, wahai orang tua?” kata Sultan kepada Bahlul. Setelah beberapa jenak Bahlul terdiam, tiba-tiba saja begitu mendengar perkataan Sultan, Bahlul kembali menangis… bahkan lebih keras dibandingkan sebelumnya. Karuan saja Sultan dan para pengawalnya terheran-heran. “Hai, mengapakah kamu menangis lagi? bukankah para pengawalku sudah berhenti memukulimu?” kata Sultan.

“Ampun Baginda Sultan!” Bahlul akhirnya berkata, ” kalau tadi hamba menangis karena dipukuli pengawal paduka, itu adalah karena tadi hamba merasakan sakitnya pukulan yang hamba terima akibat mencoba duduk sejenak di atas singasana Baginda…”.

” Tetapi hamba barusan membayangkan, bagaimana sakitnya pukulan yang akan Baginda rasakan kelak! Hamba yang baru sebentar duduk di singasana saja, sakitnya bukan alang kepalang, apalagi Baginda yang sudah puluhan tahun duduk di atasnya…”.

Apr
27

Gerhana Bulan

Bulan adalah perlambang mata bathin/hati. Sifatnya sejuk dan tidak panas. Ini adalah pengejawantahan fitrah hati, yang cenderung untuk menuju ke alam ukhrowi. Kebalikannya, matahari adalah perlambang mata lahir/akal. Sifatnya panas dan cenderung menuju ke alam dunia/keduniaan.

Bila terjadi gerhana, bayangan bumi/dunia akan menutupi permukaan bulan/hati sehingga sebagian/seluruh permukaannya gelap. Keadaan demikian ini ditangkap dengan penafsiran bahwa akal/mata lahir sinarnya membuat hati dengan mata bathinnya tertutup oleh keduniaan. Hal ini berakibat pada gelapnya mata bathin kebanyakan manusia, karena keduniaan telah menguasai diri akibat akal terbelenggu hawa nafsunya.

tafakuri lebih lanjut…

Apr
20

Kidung Rumeksa ing Wengi

Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno

tafakuri lebih lanjut…

Mar
17

Teori Evolusi & Pandangan Kasyaf

Setelah membaca dan menyimak beberapa sajian yang ada di tetangga sebelah tentang pembahasan teori evolusi beserta semua sanggahan dan dukungannya, tafakuran kali ini mungkin merupakan bahasan ini sudah cukup lama, tetapi bukan berarti tema-nya menjadi basi. Seperti kita ketahui, bahwa setiap pencarian/penelitian ilmiah tujuannya hanyalah sekedar untuk memuaskan akal manusia. Dibandingkan dengan sebuah pencarian spiritual, dimana tujuan yang dikehendaki adalah untuk menemukan “asal mula kejadian”.

Bagi kalangan beriman (Islam) bahwa teori yang menyimpulkan bahwa spesies yang bernama manusia mengalami proses evolusi, tentu sangat bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Hadits. Landasan dalil dan hujah sudah cukup banyak kita baca dan pelajari. Nabi Adam dan Siti Hawa adalah dua sosok manusia sempurna yang sangat tampan dan cantik. Bagaimana bisa dikatakan sebagai moyang manusia yang kemudian ber-evolusi? Naudzubillah min dzalik!

tafakuri lebih lanjut…

Mar
15

Cahaya

Allah Cahaya langit dan bumi
Cahaya diatas cahaya
Cahaya adalah sumber Kekuatan
Kekuatan bersumber dari Cahaya
Cahaya berasal dari Kekuatan Allah
Cahaya adalah hakikat ilmu
Menerangi segala sesuatu
Cahaya Allah
Cahaya Muhammad
Cahaya Mahdi

Mar
14

Syekh Muhammad An-Niffari

Al Imam Al Arif Kutbu Zamanihi Muhammad bin Abdul Jabbar bin Al Hasan An-Niffari. Beliau hidup di abad ke 4 hijriah, di sebuah negeri bernama Naffar-Irak. Kegemaran Beliau adalah menyepi-nyepi dan selalu merantau dari satu tempat ke tempat yang lain. Kebanyakan waktunya dihabiskan untuk beribadat dan merenung bertafakur.

Sedikit sekali dokumentasi tentang Beliau yang bisa kita dapatkan. Satu-satunya karya Beliau yang berhasil diabadikan adalah “Al Mawaqif wal Mukhotobat” (Yang ditegakkan berdiri dan diajak bertutur kata). Risalah yang ditinggalkan Sang Imam ini tiada bernilai isi kandungannya. Pengetahuan-pengetahuan agama yang tidak terukur nilai dan ketinggiannya. Beliau menyelami hal-hal ter-rahasia dalam wujud, roh dan jasad. Kitab tersebut adalah kumpulan naskah-naskah atau lembaran-lembaran catatan yang ditinggalkan Beliau dan berhasil dihimpun oleh para pengikut Beliau. tafakuri lebih lanjut…

Mar
06

Kehidupan Roh

Kehidupan Roh Manusia di Alam Kubur

1. Orang Mukmin

Setelah roh suci orang mukmin lepas dari jasadnya, dan dijemput oleh Malaikat Rohmat, kemudian dijemput oleh Malaikat Kubur, yaitu Munkar dan Nakir dengan sapa atau sambutan yang sangat hormat kepada roh orang suci tersebut. Dengan keputusan oleh Malaikat Kubur, roh suci orang mukmin diperlihatkan keindahan / panorama kenikmatan alam kubur yang bertingkat-tingkat.

2. Orang Mukmin Biasa

Roh sucinya diberi kebebasan oleh Malaikat Kubur selama lebih kurang 1 tahun untuk melihat keluarganya di dunia yang ditinggalkannya. Setelah itu roh suci orang mukmin tersebut diperkenankan memasuki istana kenikmatan alam kubur sambil menunggu hari Kiamat. tafakuri lebih lanjut…

Mar
06

Perjalanan Roh

Perjalanan Roh setelah lepas dari jasad/dunia :

1.   Orang Mukmin

Setelah roh orang mukmin itu dicabut nyawanya, kemudian roh tersebut diterima dengan baik dan didampingi oleh malaikat rohmat. Kemudian oleh Malaikat Rohmat, roh tersebut diperkenankan melihat alam nikmat kubur yang nilai kenikmatannya jauh lebih besar daripada kenikmatan ketika di dunia. Setelah roh orang mukmin melihat kenikmatan alam kubur, juga diberi kebebasan untuk melihat keadaaan dunia terhadap keluarga yang ditinggalkannya.

2.   Non Mukmin/Musyrik

Begitu roh terlepas dari jasadnya (mati), roh tersebut dijemput oleh Malaikat Maut dengan tampang yang sangat kejam dan menyeramkan. Dengan demikian maka Malaikat Izrail menyeret roh tersebut dengan cara yang sangat sadis. Kemudian roh tersebut kesakitan, menangis sejadi-jadinya dengan minta tolong kepada keluarga yang ada di dunia, karena mengira keluarganya di dunia dapat mendengar tangisan roh tersebut. Semakin ia menjerit minta tolong, Malaikat Maut tersebut semakin sadis pula dalam memberikan siksaannya… begitu seterusnya.

Demikian peristiwa setelah kematian atau perjalanan roh setelah lepas dari jasadnya / dunia. Mudah-mudahan kita yang membacanya percaya, karena semua makhluk hidup pasti akan mengalami kematian.

Mar
02

Juru Selamat

Hampir tiga bulan berlalu, semenjak peristiwa tersebut. Betapa ingatan ini terus saja memberi sebuah kenangan yang tidak begitu saja bisa terlupakan. Pertemanan kami di tempat pekerjaan memang hanya diberi usia seumur jagung. Tetapi saya mempunyai ikatan tali persaudaraan yang kuat, yang menghubungkan bathin ini dengan pak Ksmn (pemilik kisah ini).

Ada sebuah kisah lain yang dialaminya, mungkin bisa memberikan hikmah bagi kita untuk mentafakurinya. Kejadian ini yakni pada saat Pak Ksmn melakukan shalat tahajud hingga waktu subuh. Selama kurang lebih 3 jam beliau melakukan ibadah shalat malam dengan rangkaian dzikir, bermunajat kepada Sang Khalik.

Di tengah-tengah laku ibadah tersebut, beliau diperlihatkan keindahan berupa pemandangan yang niscaya sukar untuk diikuti dengan akal fikiran manusia biasa. Di dalam keheningan dini hari itu, disela-sela untaian tasbih dan dzikir yang diucapkan, tafakuri lebih lanjut…

Mar
01

Nur-aini

text_editor.jpg

Adalah cahaya yang menyinari jiwa kita
Hingga jasad tunduk kepada setiap kehendaknya
Terhapus semua keinginan sang nafsu
Yang berat terasa kita melawannya tiap waktu
Tanpa cahaya
Betapa jiwa kita merana
Tersesat dalam kegelapan nafsu
Membawa segala penyakit hati
Tetapi dimanakah gerangan
Tersembunyi di keriuhan dunia
Tertutup oleh benderang kegelapan
Akankah sang jiwa
Berkehendak mencari dengan sia-sia
Ataukah mendapat restu-NYA
Hingga dibukakan pintu hati
Melihat kebenaran nurani
Sebenarnya…

Feb
29

Bencana

help.jpg

Saat kulihat bencana menimpa manusia
Teringat sebuah wejangan bijak seorang tua
Kadang kita tidak diperbolehkan meminta
Sesuatu yang tidak kita ketahui
Akan maksud sebenar dari Ilahi
Karena manusia telah menyimpang dari-NYA
Ataukah juga pertanda
Kasih sayang Tuhan kepada umat manusia
Agar mereka tersadar
Kembali menyembah-NYA
Dan teringat tujuannya diberi hidup dan kehidupan

Feb
15

Pejamkan matamu sobat!!

pen.jpg

Pejamkan matamu sobat!!
Kau kan temukan malam di dirimu…
Buanglah pandang lahiri
Demi melihat pandangan bathin
Kapankah malam-malammu
Akan dimalamkanNYA?
Di kegelapan pandang lahiriahmu,
Kan kau temukan benderang CahayaNYA…
KeagunganNYA…
KemuliaanNYA…

Feb
13

…!

dimanakah ketersembunyian hakikat diri? dalam tiap insan kecenderungan karena tebalnya mendung yang menggelayut, serupa tabir yang berlapis-lapis. dari ujud alam semesta hingga yang sangat tersamar…

bagaimana diri hendak bersujud kepadaNYA, bila tak tersingkap tabir rahasia ini? Dia adalah rahasia dari segala rahasia, Maujud dan Tersamar…

Feb
12

Pencari Tuhan

Dia terlalu Agung untuk diketahui begitu saja
Akhirnya diciptakan berlapis hijab
Alam Ahadiyat, tidak ada sesuatu selain Dzat-Nya
Alam Wahdaniyat, Cahaya Allah
Dia rindu untuk dikenal
Tetapi siapa yang akan mengenal-Nya
Karena tidak ada yang lain selain diri-Nya?
Alam Wahidiyat, Cahaya Muhammad
Sebagai sifat kemakhlukan,
Kesatuan cahaya
Alam Arwah, ruh dengan bagian-bagiannya
Siap untuk mengisi setiap bentuk
Yang akan diciptakan-Nya
Alam Misal, penciptaan makhluk-makhluk gaib
Namun nyata bentuknya
Alam Ajsam, materi jasmani dengan segala perniknya
Menjadi hijab terbesar untuk melihat Tuhan
Alam Insan Kamil, gambaran manusia sempurna
Sebagai gambaran Diri-Nya
Bukankah semua yang tergelar dihadapan kita
Adalah tajalliyat-Nya?

Feb
11

Sujud

“Subhana Robbiyal a’laa wabihamdihi”
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, serta memujilah aku kepadaNya

Manusia memuji kepada Tuhan Yang Maha Tinggi -pada saat bersujud- yaitu saat anggota badan manusia paling atas (kepala, yang selama hidupnya dimuliakan, misalkan saja ada orang yang menyentuhnya sang pemilik kepala akan merasa bahwa kehormatan dia tidak dihargai. Kedudukan kepala manusia adalah tinggi, diatas anggota badan yang lain baik dari segi posisi hingga letak otak dan akal pikiran manusia yang berada di kepala) tersungkur mencium bumi kerendahan hati dan mengakui bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Tinggi.

Tafakur kita kali ini bahwa, pada saat manusia merasa tidak mempunyai apa-apa, merasa tidak punya kekuatan selain dari kehendakNya, berada di bumi kerendahan hati disitulah saat menemukan Tuhan Yang Maha Tinggi. Kebersyukuran manusia atas hakikat penghambaan kepada Tuhan ini diungkapkan dengan pengucapan pujian kepadaNya pada saat sujud. tafakuri lebih lanjut…

Feb
09

Kerinduan

sufi2.jpg

Kau telah menghitamkan malamku
Saat aku tenggelam didiri-Mu
Siangku juga tlah Kau terangi
Kala tersudut ditengah kelam dunia

Kehalusan kasih mengalir
Siramkan kesejukan bahasa kalbu
Sentuh rasa batin terdalam
Segalanya tentang-Mu

Saat waktu trus berlalu
Sisakan kenangan
Larut semakin dalam
Merasuk batas kesadaran

Naungan cinta kasih-Mu
Adalah harapan
Kerinduan kekasih
Berharap perjumpaan

top
© 2007 Deziner Folio. All Rights Reserved. XHTML Theme by: Dezinerfolio

Religion Top Blogs Jogja Top Sites Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Powered by FeedBurner [Valid RSS] Find broken links on your website for free with LinkTiger.com

eXTReMe Tracker