Gerhana Bulan
Bulan adalah perlambang mata bathin/hati. Sifatnya sejuk dan tidak panas. Ini adalah pengejawantahan fitrah hati, yang cenderung untuk menuju ke alam ukhrowi. Kebalikannya, matahari adalah perlambang mata lahir/akal. Sifatnya panas dan cenderung menuju ke alam dunia/keduniaan.
Bila terjadi gerhana, bayangan bumi/dunia akan menutupi permukaan bulan/hati sehingga sebagian/seluruh permukaannya gelap. Keadaan demikian ini ditangkap dengan penafsiran bahwa akal/mata lahir sinarnya membuat hati dengan mata bathinnya tertutup oleh keduniaan. Hal ini berakibat pada gelapnya mata bathin kebanyakan manusia, karena keduniaan telah menguasai diri akibat akal terbelenggu hawa nafsunya.




![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://yasiyafa.org/wp-content/uploads/valid-rss.png)
