“Subhana Robbiyal a’laa wabihamdihi”
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, serta memujilah aku kepadaNya
Manusia memuji kepada Tuhan Yang Maha Tinggi -pada saat bersujud- yaitu saat anggota badan manusia paling atas (kepala, yang selama hidupnya dimuliakan, misalkan saja ada orang yang menyentuhnya sang pemilik kepala akan merasa bahwa kehormatan dia tidak dihargai. Kedudukan kepala manusia adalah tinggi, diatas anggota badan yang lain baik dari segi posisi hingga letak otak dan akal pikiran manusia yang berada di kepala) tersungkur mencium bumi kerendahan hati dan mengakui bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Tinggi.
Tafakur kita kali ini bahwa, pada saat manusia merasa tidak mempunyai apa-apa, merasa tidak punya kekuatan selain dari kehendakNya, berada di bumi kerendahan hati disitulah saat menemukan Tuhan Yang Maha Tinggi. Kebersyukuran manusia atas hakikat penghambaan kepada Tuhan ini diungkapkan dengan pengucapan pujian kepadaNya pada saat sujud. tafakuri lebih lanjut…