Syekh Datuk Kahfi
Syekh Datuk Kahfi (dikenal juga dengan nama Syekh Idhofi Mahdi atau Syekh Nurul Jati) adalah tokoh penyebar Islam di wilayah yang sekarang dikenal dengan Cirebon dan leluhur dari raja-raja Sumedang.
Silsilah
Silsilah Syekh Datuk Kahfi yang bersambung dengan Sayyid Alawi bin Muhammad Sohib Mirbath hingga Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi (Hadramaut, Yaman) dan seterusnya hingga Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW yang syahid terbunuh dalam pembantaian di Padang Karbala, Iraq.
Nabi Muhammad SAW, berputeri
- Sayidah Fatimah az-Zahra menikah dengan Imam Ali bin Abi Thalib, berputera
- Imam Husain a.s, berputera
- Imam Ali Zainal Abidin, berputera
- Muhammad al-Baqir, berputera
- Imam Ja’far ash-Shadiq, berputera
- Ali al-Uraidhi, berputera
- Muhammad al-Naqib, berputera
- Isa al-Rumi, berputera
- Ahmad al-Muhajir, berputera
- Ubaidillah, berputera
- Alawi, berputera
- Muhammad, berputera
- Alawi, berputera
- Ali Khali’ Qosam, berputera
- Muhammad Sahib Mirbath, berputera
- Sayid Alwi, berputera
- Sayid Abdul Malik, berputera
- Sayid Amir Abdullah Khan (Azamat Khan), berputera
- Sayid Abdul Kadir, berputera
- Maulana Isa, berputera
- Syekh Datuk Ahmad, berputera
- Syekh Datuk Kahfi
Sebagai guru
Syekh Datuk Kahfi merupakan guru dari Pangeran Walangsungsang dan Nyai Rara Santang (Syarifah Muda’im), yaitu putera dan puteri dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), raja Kerajaan Pajajaran, Jawa Barat. Syekh Datuk Kahfi wafat dan dimakamkan di Gunung Jati, bersamaan dengan makam Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), Pangeran Pasarean, dan raja-raja Kesultanan Cirebon lainnya.
1 Komentar
Buat komentar untuk bertafakur...Comments RSS Feed TrackBack URL




![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://yasiyafa.org/wp-content/uploads/valid-rss.png)

February 7th, 2008 at 9:41 am
Beliau sebagai “Sosok” pertama yang ditampilkan di blog ini. Karena keberadaan dan kemajuan Islam di Indonesia, khususnya Jawa, adalah berkat jasa Beliau. “Walisongo” adalah suatu grand design Beliau bersama murid terkasihnya Syekh Abdul Jalil… didalam mengembangkan ajaran Islam ditengah-tengah kondisi masyarakat Jawa waktu itu. Maqam tertinggi seorang manusia sempurna pada jamannya!